SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi menuju kota cerdas (smart city) berbasis teknologi informasi. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui peresmian penggunaan Smart Pole atau tiang pintar sebagai infrastruktur digital terpadu.
Peresmian Smart Pole dilakukan langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Halaman Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang, Rabu (7/1/2026). Acara tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, Direktur Utama PT Alita Praya Mitra, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa Smart Pole dirancang untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat melalui pemanfaatan teknologi terintegrasi.
“Smart Pole ini merupakan yang pertama di Indonesia. Dalam satu tiang terintegrasi berbagai perangkat teknologi dengan fungsi yang sangat lengkap,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, Smart Pole dilengkapi drone patroli dengan jangkauan hingga satu kilometer yang beroperasi empat kali sehari untuk memantau kondisi lingkungan. Teknologi ini berfungsi sebagai langkah preventif terhadap potensi kriminalitas, kebakaran, maupun bencana. Selain itu, Smart Pole juga dilengkapi CCTV, papan reklame digital untuk informasi publik, sensor kualitas udara, fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, serta penerangan jalan.
Menurut Bupati, Smart Pole hasil kerja sama antara Pemkab Sumedang dan PT Alita Praya Mitra tersebut akan dioperasikan secara optimal dan dikembangkan secara bertahap di seluruh kecamatan.
“Seluruh sistem Smart Pole terintegrasi dengan Command Center Kabupaten Sumedang serta layanan darurat seperti 112 untuk kebakaran, bencana, dan layanan kesehatan. Data dari lapangan akan diterima secara real time untuk mempercepat respons,” jelasnya.
Bupati menegaskan bahwa Smart Pole bukan sekadar tiang lampu, melainkan bagian dari ekosistem smart city yang mendukung pengambilan kebijakan berbasis data, penguatan keamanan lingkungan, serta kemudahan akses informasi bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Alita Praya Mitra Joseph Lumban Gaol menyebut Smart Pole sebagai inovasi transformasional menuju masa depan kota digital.
“Smart Pole bukan hanya infrastruktur digital, tetapi simbol sinergi antara teknologi dan visi kepemimpinan daerah. Seluruh perangkatnya terkoneksi langsung dengan Command Center,” ungkapnya.
Joseph menambahkan, keberhasilan implementasi Smart Pole sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kota cerdas yang berkelanjutan.
“Dengan konektivitas kuat dan data real time, Kabupaten Sumedang memiliki fondasi yang kokoh untuk pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan tepat sasaran,” pungkasnya.

