SUMEDANG, RUANGIMAGI.com – Dony Ahmad Munir turun langsung meninjau lokasi banjir akibat meluapnya Sungai Cilutung yang terjadi pada Rabu malam (11/2/2026). Dalam kunjungannya, Bupati Dony menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada warga terdampak di Kecamatan Tomo.

Banjir terjadi akibat intensitas hujan sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang sejak pukul 18.00 WIB, mengakibatkan luapan sungai merendam Desa Darmawangi, Desa Marongge, Desa Tolengas serta ruas Jalan Provinsi Tolengas–Jatigede.
“Terima kasih atas kerja keras dan gerak cepat semua pihak dalam menangani banjir sebagai dampak luapan Sungai Cilutung. Langkah pertama kita lakukan evakuasi agar tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah dalam waktu satu jam air sudah surut,” ujar Dony, Kamis (12/2/2026).
Ia mengapresiasi respons cepat BPBD Sumedang bersama Forkopimcam, Dinas PUTR, Perkim dan seluruh stakeholder yang sigap melakukan evakuasi dan pembersihan sisa genangan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas.
Ratusan Rumah Terdampak
Data sementara mencatat dampak cukup signifikan di tiga desa:
Desa Darmawangi
- RW 2 (RT 05,06): 20 rumah / 20 KK terendam
- RW 3 (RT 07): 67 rumah / 67 KK terendam
- RW 4 (RT 10,11,12): 60 rumah / 60 KK terendam
Desa Marongge
- RW 1: 7 rumah / 7 KK
- RW 2: 41 rumah / 41 KK
- RW 3 (RT 06): 4 rumah / 4 KK + 1 masjid
- RW 4 (RT 09): 7 rumah / 7 KK
- RW 4 (RT 10): 4 rumah / 4 KK + 1 Posyandu + 1 PAUD
Desa Tolengas
- Dusun 2 Citele: 160 KK terdampak
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum seperti masjid, posyandu, dan PAUD ikut terendam.
Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Bupati Dony menegaskan, penanganan banjir tidak berhenti pada evakuasi dan pembersihan. Pemerintah Kabupaten Sumedang akan menyusun langkah strategis jangka pendek, menengah hingga panjang.
“Dari hulunya kita lakukan reboisasi, begitu juga di daerah aliran sungai. Penanganan harus komprehensif agar banjir tidak terulang,” tegasnya.
Untuk penguatan sistem mitigasi, ia meminta Forkopimcam, BPBD, PUTR dan Perkim menyusun konsep baku penanganan bencana. Termasuk skema evakuasi cepat berbasis prakiraan cuaca.
“Begitu ada informasi hujan lebat di wilayah hulu, daerah rawan harus segera bersiap dan melakukan evakuasi. Informasi prakiraan cuaca setiap hari harus disampaikan BPBD dan Humas kepada masyarakat,” tambahnya.
Dengan gerak cepat dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Sumedang memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama, sekaligus memperkuat mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

