Pesona Seni Tradisi Sumedang Sambut Kunjungan Investor dan Delegasi Kedutaan Besar Kuwait

Pesona Seni Tradisi Sumedang Sambut Kunjungan Investor dan Delegasi Kedutaan Besar Kuwait

RANCAKALONG, Ruangimagi.com — Kekayaan seni tradisi Sumedang kembali menjadi duta yang berbicara lantang di hadapan dunia. Beragam pertunjukan seni khas Kasumedangan sukses memukau para investor serta delegasi Kedutaan Besar Negara Kuwait dalam kunjungan resmi yang berlangsung di Gheoteater Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Sabtu (31/01/2026).

Dalam suasana yang sarat nilai budaya, para tamu disuguhkan rangkaian seni tradisi, mulai dari Tarian Tarawangsa, Tarian Wayang, atraksi pencak silat, alunan alat musik genggong, hingga lantunan pupuh Sunda yang kaya akan pesan filosofis. Setiap penampilan menghadirkan harmoni antara gerak, bunyi, dan makna yang merepresentasikan jati diri masyarakat Sumedang.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerima langsung kunjungan tersebut bersama delegasi Kedutaan Besar Kuwait yang dipimpin Mayor Jenderal Hussein. Kehadiran rombongan ini menjadi momen penting dalam memperkenalkan Sumedang tidak hanya sebagai daerah potensial investasi, tetapi juga sebagai wilayah dengan kekayaan budaya yang terawat.

Mayor Jenderal Hussein mengungkapkan kekagumannya terhadap seni dan tradisi yang ditampilkan masyarakat Sumedang. Menurutnya, budaya tersebut tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur yang hidup dan dijaga bersama.

“Ini bukan pertama kalinya saya berkunjung ke Indonesia, tetapi kunjungan ke Sumedang menjadi pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya,” ungkap Hussein.

Ia juga menilai keramahan masyarakat Sumedang sebagai cerminan karakter bangsa Indonesia yang dikenal terbuka dan bersahabat.

“Hari ini kami melihat langsung bahwa masyarakat Indonesia, khususnya Sumedang, sangat ramah, terbuka, dan menyambut orang asing dengan penuh kehangatan. Kami siap untuk menjalin kerja sama,” ujarnya.

Delegasi Kuwait bersama Bupati Sumedang ikut menari Tarawangsa (RUANGIMAGI.COM/DOKPIM)

Dalam kesempatan tersebut, Hussein turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang dan seluruh masyarakat atas sambutan hangat yang diberikan.

Sementara itu, Bupati Dony menjelaskan bahwa Gheoteater Rancakalong dibangun sebagai ruang ekspresi budaya untuk menjaga keberlangsungan seni tradisi Sumedang agar tetap hidup dan dikenal luas, termasuk oleh masyarakat internasional.

“Gheoteater ini kami hadirkan sebagai wadah pelestarian seni dan budaya lokal. Di sinilah identitas Sumedang kami rawat, sekaligus kami perkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk tamu dari mancanegara,” terang Bupati Dony.

Ia menambahkan, keberadaan gheoteater tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertunjukan, tetapi juga sebagai media edukasi budaya yang menjembatani pertemuan antara tradisi lokal dan peluang kerja sama global.

Bupati Dony berharap kunjungan ini menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Sumedang, kata dia, terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari investasi, pengembangan ekonomi, pendidikan, hingga kebudayaan.

“Kami berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi berlanjut pada kerja sama yang memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumedang ke depan,” pungkasnya.

Melalui seni tradisi yang hidup dan ruang budaya yang terbuka, Sumedang kembali menunjukkan bahwa identitas lokal dapat menjadi jembatan menuju kolaborasi global.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *