Sumedang Resmi Masuk Era BRT! Dony Teken Kerja Sama, Transportasi Bandung Raya Siap Naik Kelas

Sumedang Resmi Masuk Era BRT! Dony Teken Kerja Sama, Transportasi Bandung Raya Siap Naik Kelas

RUANGIMAGI,COM, SUMEDANG – Transportasi publik di kawasan Bandung Raya bersiap memasuki babak baru. Kabupaten Sumedang resmi menjadi bagian dari langkah besar tersebut setelah Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menandatangani Kerja Sama Daerah dengan Daerah Lain (KSDD) terkait penyediaan Public Service Obligation (PSO) untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung.

Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian acara Groundbreaking Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) di Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026), dan disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Momen tersebut juga dihadiri para kepala daerah kawasan Bandung Raya, mulai dari Wali Kota Bandung, Wali Kota Cimahi, Wakil Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, hingga Bupati Sumedang. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat komitmen bersama membangun sistem transportasi yang tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu ekosistem.

Bukan Sekadar Bus, Tapi Cara Baru Bergerak

Selama ini, kemacetan menjadi tantangan utama di kawasan metropolitan Bandung Raya. Dengan hadirnya BRT, masyarakat diharapkan memiliki pilihan transportasi yang lebih cepat, nyaman, aman, dan tentunya ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa proyek BRT Cekungan Bandung merupakan bagian dari Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) yang didukung Pemerintah Indonesia, World Bank, dan Agence Française de Développement (AFD).

Melalui pembangunan infrastruktur modern dan penerapan Intelligent Transportation System (ITS), layanan BRT ditargetkan memiliki waktu tunggu maksimal 7 menit pada jam sibuk dan 15 menit di luar jam sibuk.

Artinya, masyarakat tidak lagi harus menunggu lama untuk mendapatkan transportasi umum yang nyaman. Semakin mudah mengakses angkutan massal, semakin besar pula peluang masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi sehingga kemacetan dan emisi karbon dapat ditekan.

Investasi Triliunan Rupiah untuk Masa Depan

Proyek MASTRAN bukan proyek kecil. Total pembiayaannya mencapai 264 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,8 triliun.

Khusus pembangunan infrastruktur BRT di kawasan Cekungan Bandung, nilai investasinya mencapai sekitar Rp1,3 triliun.

Sejumlah fasilitas yang akan dibangun meliputi:

  • 6 depo BRT
  • 719 halte off-corridor
  • 34 halte on-corridor
  • Jalur khusus BRT sepanjang 21 kilometer
  • Sistem Intelligent Transportation System (ITS) metropolitan

Seluruh infrastruktur tersebut dirancang untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang modern sekaligus terintegrasi dengan berbagai moda lainnya.

Dedi Mulyadi: Transportasi Publik adalah Kebutuhan Dasar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa transportasi publik modern bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan masyarakat perkotaan.

Menurutnya, keberhasilan BRT tidak hanya bergantung pada armada bus, tetapi juga harus didukung fasilitas publik yang nyaman seperti trotoar yang layak, penerangan jalan, keamanan, hingga perubahan budaya masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan angkutan umum.

Menhub: Yang Dibangun Adalah Sebuah Sistem

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa proyek ini merupakan solusi jangka panjang bagi persoalan mobilitas di Bandung Raya.

Menurutnya, yang sedang dibangun bukan sekadar jalur dan bus baru, melainkan sebuah sistem transportasi publik modern yang terintegrasi, aman, nyaman, serta mampu menjadi pilihan utama masyarakat.

Ia juga menyebut penandatanganan kerja sama PSO menjadi fondasi penting agar layanan BRT dapat beroperasi secara berkelanjutan dengan tarif yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

Komitmen Sumedang Menuju Mobilitas yang Lebih Baik

Bagi Kabupaten Sumedang, penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas dengan kawasan metropolitan Bandung Raya.

Dengan semakin terhubungnya wilayah Sumedang melalui sistem transportasi massal modern, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan ekonomis. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pengguna transportasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi, investasi, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendukung BRT Cekungan Bandung menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya soal membangun jalan, tetapi juga menghadirkan sistem transportasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Karena kota yang maju bukan hanya memiliki kendaraan yang banyak, tetapi juga transportasi publik yang membuat warganya memilih meninggalkan kendaraan pribadi dengan rasa nyaman.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *