SUMEDANG, Ruangimagi.com — Kawasan Sport Center Tadjimalela, Kabupaten Sumedang, tengah bertransformasi menjadi ruang ekspresi seni terbuka. Lewat Lomba Mural Tadjimalela Piala Bupati, tembok-tembok pagar sport center kini menjelma menjadi kanvas raksasa yang penuh warna, makna, dan cerita.
Lomba mural yang digelar pada 1–7 Februari 2026 ini diikuti oleh 34 peserta, terdiri dari muralis profesional dan perwakilan SKPD di Kabupaten Sumedang. Tak hanya seniman lokal, kegiatan ini juga menarik perhatian muralis dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Magelang, Semarang, Jakarta, Bekasi, Bandung, hingga Subang.
Beragam tema diangkat dalam lomba ini, mulai dari aksara Sunda, olahraga, seni budaya, pariwisata, hingga kuliner khas Sumedang. Setiap karya menjadi medium visual yang merepresentasikan identitas lokal sekaligus semangat kreativitas anak bangsa.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa lomba mural ini bukan sekadar ajang menggambar di ruang publik, melainkan ruang ekspresi ide dan gagasan para seniman.
“Kita saksikan bersama para seniman mural menuangkan kreasinya di tembok-tembok pagar Sport Center ini. Pesertanya pun luar biasa, ada dari luar Sumedang. Ini menunjukkan antusiasme terhadap seni mural sangat tinggi dan Sumedang menjadi magnet bagi para seniman,” ujar Dony saat membuka kegiatan, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam sebagai wahana aktualisasi potensi kreatif masyarakat.
“Ini menjadi ruang bagi kita semua untuk menyalurkan minat dan bakat, mencurahkan segenap potensi, serta mengaktualisasikan kreativitas,” tambahnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga dan merawat karya mural yang telah dibuat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Mural Tadjimalela, R. Emas Masruh, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai media ekspresi seni sekaligus sarana edukasi dan pelestarian budaya.
“Kegiatan ini menjadi media ekspresi seni, edukasi, dan pelestarian budaya melalui karya mural yang dipadukan dengan unsur aksara Sunda,” ujarnya.
Ia berharap, kehadiran mural-mural ini mampu memberikan nilai tambah secara estetika dan meningkatkan daya tarik wisata kawasan Sport Center Tadjimalela.
“Dengan tema olahraga dan pariwisata, Sport Center Tadjimalela ke depan tidak hanya menjadi ruang aktivitas fisik, tetapi juga ruang seni yang hidup dan menarik bagi wisatawan,” pungkasnya.
Lewat lomba mural ini, Sport Center Tadjimalela tak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang imaji—tempat seni, budaya, dan publik saling bertemu dalam warna-warna yang bercerita.

