SUMEDANG, RUANGIMAGI – Transformasi digital pelayanan publik di Kabupaten Sumedang kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Rabu (12/8/2026).
Didampingi Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) beserta jajaran Kementerian PANRB, Menteri PANRB meninjau langsung pelaksanaan registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat dari dekat bagaimana proses pendataan masyarakat dilakukan secara digital, sekaligus memastikan data penerima bantuan sosial semakin akurat dan tepat sasaran.
Kejar Data, Kejar Ketepatan Sasaran
Program Perlinsos Digital merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem perlindungan sosial yang lebih efektif. Dengan dukungan teknologi, proses pendataan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan.
Menteri PANRB mengapresiasi progres pendataan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Aplikasi Pelinsos ini dibangun untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan sosial secara lebih sederhana dan tepat sasaran.”
Menurutnya, progres pendataan di Sumedang terbilang cukup cepat. Dalam sehari, rata-rata terdapat sekitar 11.000 data yang masuk. Saat kunjungan berlangsung, progres pendataan telah mendekati 31 persen, dengan target seluruh data terekapitulasi pada 17 Agustus.
Sumedang sendiri menjadi salah satu dari 148 kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai pilot project pelaksanaan program tersebut.
Artinya, apa yang dilakukan di Sumedang bukan sekadar soal menginput data. Ada pekerjaan besar di baliknya: memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Data Akurat, Anggaran Lebih Efisien
Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., menyambut positif kunjungan Menteri PANRB tersebut.
Menurutnya, kecepatan pendataan harus berjalan beriringan dengan akurasi. Sebab, data yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam menentukan kebijakan pemerintah.
“Dengan kecepatan dan keakuratan data, kita bisa memastikan ketepatan sasaran sehingga anggaran menjadi efisien dan berdampak positif pada pembangunan negara,” ujar Bupati Dony.
Bagi Pemkab Sumedang, digitalisasi bukan sekadar memindahkan proses manual ke layar komputer atau ponsel. Lebih jauh, transformasi digital diarahkan untuk membuat pelayanan pemerintah lebih cepat, mudah, terintegrasi, dan berbasis data.
Sumedang Jadi Rujukan Transformasi Digital
Tak hanya soal Perlinsos, kunjungan Menteri PANRB juga menjadi bentuk apresiasi terhadap ekosistem digital yang terus dikembangkan Kabupaten Sumedang.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah aplikasi Tahu Sumedang, yang menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan layanan pemerintah sekaligus mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat.
Menteri PANRB menyebut Sumedang sebagai salah satu daerah yang berada di barisan depan dalam transformasi layanan digital pemerintah.
“Sumedang ini menjadi salah satu pionir dalam transformasi layanan digital pemerintah. Banyak kabupaten atau kota yang belajar ke Sumedang terkait layanan digitalnya,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat Sumedang untuk tidak sekadar memiliki aplikasi layanan pemerintah, tetapi juga aktif memanfaatkannya.
Sebab, secanggih apa pun sistem yang dibangun pemerintah, manfaatnya akan terasa maksimal jika masyarakat ikut menggunakannya.
Dimulai dari Command Center, Berakhir di MPP
Rangkaian kunjungan Menteri PANRB diawali dengan pertemuan bersama Bupati Sumedang di Command Center Kabupaten Sumedang.
Di tempat ini, rombongan melihat langsung pusat kendali data daerah serta berbagai inovasi digital yang dikembangkan Pemkab Sumedang.
Setelah itu, rombongan bergerak menuju Desa Mekarjaya untuk meninjau pelaksanaan registrasi Perlinsos Digital di lapangan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang, sebelum Menteri PANRB dan rombongan kembali menuju Jakarta.
Kunjungan ini sekaligus mempertegas arah transformasi pelayanan publik di Sumedang: semakin digital, semakin terintegrasi, dan yang paling penting, semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi Sumedang, digitalisasi bukan lagi sekadar tren. Ini sudah menjadi bagian dari cara baru pemerintah bekerja dan melayani warganya.

