
Sumedang — Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah. Kali ini, Kecamatan Ujungjaya mendapat suntikan bantuan pertanian senilai Rp12,5 miliar yang diserahkan langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Rabu (14/1/2025).
Bantuan tersebut mencakup alat dan mesin pertanian (alsintan), sarana irigasi, serta bibit dan benih unggul, sebagai upaya mendorong modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Total bantuan pertanian untuk Ujungjaya mencapai Rp12,5 miliar. Ini adalah ikhtiar bersama agar pertanian kita semakin maju, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Bupati Dony dalam sambutannya.
Dorong Modernisasi, Percepat Produksi
Pada sektor alsintan, Pemkab Sumedang menyalurkan:
- 10 unit rotavator senilai Rp4 miliar
- 12 unit combine harvester senilai Rp4,8 miliar
- 4 unit traktor roda empat senilai Rp1,6 miliar
- 4 unit irigasi perpompaan senilai Rp500 juta
Alsintan tersebut diserahkan kepada sejumlah kelompok tani, di antaranya Kelompok Tani Sri Mekar Jaya dan Kelompok Tani Mulyasari, untuk mempermudah proses pengolahan lahan, panen, hingga pascapanen.
Menurut Bupati Dony, penggunaan teknologi pertanian menjadi kunci percepatan tanam dan panen, sekaligus menekan biaya produksi petani.
Perkuat Perbenihan dan Irigasi
Tak hanya alsintan, bantuan juga menyasar sektor perbenihan. Petani Ujungjaya menerima:
- 2.102 pohon mangga Gedong Gincu melalui program HDDAP
- 1.275 kilogram benih jagung dari APBD Provinsi Jawa Barat
- 26.175 kilogram benih padi dari APBD Kabupaten Sumedang
Bupati Dony menegaskan, bantuan tersebut terintegrasi dengan program perbaikan infrastruktur pertanian. Saat ini, Pemkab Sumedang tengah membangun dan memperbaiki jaringan irigasi dengan total nilai mencapai Rp64 miliar.
“Airnya ada, lahannya ada, alatnya ada, benihnya ada. Tinggal semangat kita bersama. Insyaallah produktivitas meningkat dan panen bisa dipercepat,” tegasnya.
Sawah Harus Dijaga, Pertanian Jadi Masa Depan
Dalam kesempatan itu, Bupati Dony juga mengingatkan petani agar menjaga lahan pertanian dan tidak menjual sawah, mengingat lahan sawah merupakan bagian dari ketahanan pangan nasional yang dilindungi negara.
Ke depan, sektor pertanian Ujungjaya diharapkan menjadi wilayah percontohan, dengan dukungan pasar yang semakin luas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pangan dapur MBG dan pasar-pasar lainnya.
“Pertanian harus dikelola secara komprehensif. Kalau pertanian kuat, desa maju, dan rezekinya bisa sampai ke kota,” pungkasnya.

